Cara Budidaya Burung Merpati Terbukti Berhasil

By On Selasa, Mei 4th, 2021 Categories : Pendidikan

Tahukah Anda tentang Cara Budidaya Burung Merpati? Burung Merpati banyak digemari di Indonesia sebagai salah satu jenis burung peliharaan karena memiliki banyak kelebihan antara lain merupakan jenis burung yang dapat dilepas begitu saja dari lokasi penangkaran dan nantinya akan kembali lagi ke kandang untuk menjumpai pasangannya masing – masing.

Cara Budidaya Burung Merpati Terbukti Berhasil

Cara Budidaya Burung Merpati Terbukti Berhasil

Mudah diternakkan dan dirawat sehingga angka kematian relatif rendah, memiliki daging bercita rasa enak dan gurih sehingga banyak dijual pada warung – warung angkringan / restoran sebagai salah satu jenis masakan, bisa difungsikan sebagai Merpati POS, Merpati hias, dan Merpati balap untuk hiburan, dan mudah ditemukan pada pasar burung.

1. Cara Memilih Burung Merpati

Ada beberapa cara untuk memilih Burung Merpati yang bagus bagi anda yang mempunyai hobi beternak burung, antara lain :

  • Beli burung dalam kondisi sehat dengan ciri adalah sebagai berikut berbulu bagus, ujung sayap tak ‘melor’ alias turun, dan jika ditangkap tak memberikan perlawanan besar.
  • Usahakan hindari membeli Burung Merpati yang berusia tua, karena memiliki daging yang keras sehingga tak baik untuk diternakkan atau disembelih.
  • Jika semua burung yang akan anda beli berada dalam satu kandang besar maka hindari terlalu dekat dengan sangkarnya terlebih dahulu, ambillah jarak beberapa langkah ke belakang untuk mencermati perilaku Burung Merpati yang dimaksud yaitu apakah menjadi raja di dalam sangkar atau memiliki sifat dominan.
  • Cermati lebih teliti antara induk pejantan dengan induk betina, pada induk pejantan biasanya mempunyai paruh agak tebal, leher lebih kokoh, tebal dan besar, kepala lebih panjang dan besar, bulu – bulu di sekitar tubuh lebih mengkilap, dan jika didekati oleh burung lain maka Burung Merpati bersangkutan akan ‘bekur’ atau bersuara ‘berkutut’.

Cara Budidaya Burung Merpati

Cara beternak Burung Merpati cukup mudah untuk dilakukan yaitu memiliki 2 metode antara lain :

  1. Metode kurung adalah Burung Merpati jangan dilepas secara bebas tetapi atur kapan saat bagus untuk melepas dan kapan dikandangkan kembali. Cara ini kurang bagus untuk beternak Burung Merpati dalam skala besar karena Burung Merpati suka bersosialisasi dengan cara terbang kesana kemari dan jalan mondar-mandir, usahakan membuat kandang dalam ukuran besar.
  2. Metode lepas kandang adalah burung yang baru dibeli di pasar tidak boleh langsung dilepas, harus dikurung lalu diberi makan secukupnya selama beberapa hari di dalam kandang, kemudian sayap burung diberi lakban barulah dilepas dalam kondisi sayap dilem namun lakukan ini dengan hati – hati agar jangan sampai merusak kedua bulu sayap burung yang bersangkutan juga saat nanti akan membuka lakban, beri kesempatan burung untuk keluar sangkar yang pertama kali dan pada waktu malam hari diharapkan burung-burung tersebut sudah mampu mengetahui dimana rumah dan kandangnya, ini berarti burung yang bersangkutan mampu mengenali kandangnya yang baru, selanjutnya burung bisa dilepas dengan bebas, naluri mereka akan menuntun untuk memudahkan kembali ke kandang.

Lakukan kondisi di atas secara berulang kali hingga memungkinkan burung – burung tersebut dilepas, tips aman adalah ketika burung sudah melalui fase bertelur dan mengerami, barulah dilepas.

Selanjutnya untuk mengawinkan Burung Merpati agar berhasil perlu memperhatikan trik tersendiri yaitu kumpulkan Burung Merpati jantan dan betina dalam satu kandang besar selama seminggu, secara otomatis mereka akan berpacaran, pasangan yang sudah jadi sulit untuk dipisahkan dan untuk memeriksa kapan saatnya burung – burung tersebut akan bertelur maka ikuti tanda – tanda sebagai berikut, burung indukan pejantan tiba – tiba akan bersifat agresif yaitu akan membuntuti si burung betina terbang kemana pun hingga tampak seperti ‘overprotec’.

Menjodohkan Burung

Syarat mudah dalam menjodohkan Burung Merpati adalah sebagai berikut :

  1. Pilih sepasang Burung Merpati jantan dan betina yang akan anda jodohkan.
  2. Kandangkan keduanya di dalam satu kandang lalu beri ‘gupon’ / tutup kandang pada waktu malam hari.
  3. Mandikan kedua burung pada waktu pagi hari lalu jemur pada sinar matahari yang hangat – hangat kuku. Disarankan untuk memberi sekat di dalam satu kandang untuk memisahkan antara burung Merpati betina dengan burung Merpati Jantan.
  4. Beri makan burung jika kondisi sayap dan tubuh sudah kering.
  5. Ulangi lagi dari no. 2 s/d 4 kurang lebih selama 3 hari untuk mendapatkan kondisi mental kedua burung sudah siap untuk dijodohkan / ditemplekkan. Jika sukses maka burung jantan sudah bisa dilepas dan akan mencari sendiri burung betina yang dimaksud (kondisi inilah yang dinamakan ‘templek’) hingga burung betina bertelur.

Jika terlihat gejala burung betina akan bertelur, sediakan kayu – kayuan kecil seperti batang lidi, jerami, tali bekas berukuran kecil, atau apa saja yang memiliki sifat mudah dan lentur untuk dirangkai menjadi sarang di dalam kandang.

Dimana selama berlangsungnya musim bertelur, burung Merpati betina akan mencari-cari benda-benda tersebut untuk dijadikan alas telurnya agar tetap hangat selama berlangsungnya proses pengeraman.

Burung Merpati akan mengerami telur-telurnya selama kurang lebih 21 hari (seekor burung betina akan mengeluarkan telur maksimal sebanyak 4 telur), jika sudah berhasil menetaskan telur maka berikan por / Br. adalah makanan ayam pedaging dan jagung undukan untuk induk burung dengan cara disuapkan dan pada anak-anaknya diberikan dengan cara dilolohkan.

Demikian kami mengulas tentang Cara budidaya Burung Merpati yang benar untuk bermanfaat bagi para pembaca.

Cara Budidaya Burung Merpati Terbukti Berhasil | colin-e | 4.5